Sabtu, 28 April 2018

perempuan berparas senja melukis langit merah saga diatas pelaminan mempersunting awan bermanik kembang berparas rembulan setengah tiang bersemi alunan suara gambus menari jemari memintal padang gersang bersujud bumi memuja mantra nirwana laksana halillintar mendesah satu mendetak nadi
perempuan berparas senja memukat hati perlahan menggali liang bertonggak aroma mistis menetak seutas langit membisu legam bersabda sebutir ilhami melempar gerimis menghalau jejak menderap asa membunuh gelungan rambut perisai sebilah konde semu warna pelangi 
perempuan berparas senja menarik enam garis sepanjang paras rembulan pasi kesiangan menjelma secangkir puisi tersesap menindis ampas kepahitan detak nadi satu langkah merajut berjuta desah antah berantah bersemi kata pulang terlupakan
perempuan berparas senja memarang tiga kekuatan semesta berbalut kain kafan matahari menikam paras rembulan semalam bersabda penghianatan abadi perlahan satu menara berkelambu sutera menikam belantara hutan banglas bersimponi sakramen dinihari menoreh desah embun kian membasah
perempuan berparas senja meramu senja bertahta memukau warna menetak jejak meremang tersayat tujuh kepingan mantra meniti darah mengalir sepanjang pertapaan usang bermantra pengharapan semesta meramu kedua puncak tertetak satu lantunan memuja desah angin malam berselimut tungkai bersilang menggapai sebilah belati dini hari menitis embun bersatu lengkungan kedua matahari nan tergadai cahaya menggenapkan menikam detak nadi membiting kisah diatas kertas putih kian memutihkan

penatmu membiting fajar

perempuan berparas senja meniti Langit melukis awan menggaris catatan semesta laksana penantian panjang memburai mimpi pertapaan satu simponi bergemericing samar samar menghampar dermaga menuai gemilang sauh penantian bermakna secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah kata tersulam lingkaran menggada berdengung sukma penatmu membiting fajar merajut senja perlahan melangkah menuai bayangan menguning altar diujung mantra deburan ombak merayu gelombang kian berpasang sentuhan aksara bermahligai huruf membahana asa mendesau angin menggenapi peraduan malam membentang secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah 

Kamis, 03 April 2014


keluarlah dari huruf dan apa yg diberitakan oleh huruf (suara).
.palingkan wajahmu,karena jika tidak kau akan ditawan oleh pesonanya.. 
karena ketika huruf-huruf merangkai kata nan berkata 
sesungguhnya perlahan ikatan itu kian mengikat bertahta pesona
* dewayu  * --- kemudian membelenggu tiada akhir ....

suara alam semesta tersesap satu * dewayu  * memukat relung sukma 
perlahan mendesah laksana alunan rumpun bambu 
meminang jejak sang bayu membakar dupa persembahan mantra 
matahari menimang rembulan ...

wahai jiwa-jiwa nan tertawan di balik karang melarung ombak 
* dewayu  * bersemi butiran pasir memeluk cahaya 
siang menintis malam sebait puisi menulis suratan tangan laksana intan berlian 
bersuara nan merdu merayu jalan kematian alif berbunyi nun 
bertubuh telanjang bersembilu rintihan menjelma desahan ...