reincarnazione di farfalla
Volerò in alto nel cielo con tutti i sogni e tutti i miei ispirazione. "Salutiamo gli occhi di dio tintinnio di sbirciare dietro gli occhi lo scontro, un milione di sogni muoiono con una goccia di rugiada che si cospargere nel mio giardino, diffondere il profumo dell'amore e della bellezza dell'anima pervade il corpo gonfiore, un tenero bacio delicatamente toccato il mio orecchio con una stringa di riga di parole: grazie cara, il sole splendeva di nuovo toccato il mio giorno "
Sabtu, 28 April 2018
perempuan berparas senja meramu senja bertahta memukau warna menetak jejak meremang tersayat tujuh kepingan mantra meniti darah mengalir sepanjang pertapaan usang bermantra pengharapan semesta meramu kedua puncak tertetak satu lantunan memuja desah angin malam berselimut tungkai bersilang menggapai sebilah belati dini hari menitis embun bersatu lengkungan kedua matahari nan tergadai cahaya menggenapkan menikam detak nadi membiting kisah diatas kertas putih kian memutihkan
penatmu membiting fajar
perempuan berparas senja meniti Langit melukis awan menggaris catatan semesta laksana penantian panjang memburai mimpi pertapaan satu simponi bergemericing samar samar menghampar dermaga menuai gemilang sauh penantian bermakna secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah kata tersulam lingkaran menggada berdengung sukma penatmu membiting fajar merajut senja perlahan melangkah menuai bayangan menguning altar diujung mantra deburan ombak merayu gelombang kian berpasang sentuhan aksara bermahligai huruf membahana asa mendesau angin menggenapi peraduan malam membentang secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah Kamis, 03 April 2014
keluarlah dari huruf dan apa yg diberitakan oleh huruf (suara).
.palingkan wajahmu,karena jika tidak kau akan ditawan oleh pesonanya..
karena ketika huruf-huruf merangkai kata nan berkata
sesungguhnya perlahan ikatan itu kian mengikat bertahta pesona
* dewayu * --- kemudian membelenggu tiada akhir ....
suara alam semesta tersesap satu * dewayu * memukat relung sukma
perlahan mendesah laksana alunan rumpun bambu
meminang jejak sang bayu membakar dupa persembahan mantra
matahari menimang rembulan ...
wahai jiwa-jiwa nan tertawan di balik karang melarung ombak
* dewayu * bersemi butiran pasir memeluk cahaya
siang menintis malam sebait puisi menulis suratan tangan laksana intan berlian
bersuara nan merdu merayu jalan kematian alif berbunyi nun
bertubuh telanjang bersembilu rintihan menjelma desahan ...
.
Langganan:
Komentar (Atom)




