perempuan berparas senja meramu senja bertahta memukau warna menetak jejak meremang tersayat tujuh kepingan mantra meniti darah mengalir sepanjang pertapaan usang bermantra pengharapan semesta meramu kedua puncak tertetak satu lantunan memuja desah angin malam berselimut tungkai bersilang menggapai sebilah belati dini hari menitis embun bersatu lengkungan kedua matahari nan tergadai cahaya menggenapkan menikam detak nadi membiting kisah diatas kertas putih kian memutihkan
Volerò in alto nel cielo con tutti i sogni e tutti i miei ispirazione. "Salutiamo gli occhi di dio tintinnio di sbirciare dietro gli occhi lo scontro, un milione di sogni muoiono con una goccia di rugiada che si cospargere nel mio giardino, diffondere il profumo dell'amore e della bellezza dell'anima pervade il corpo gonfiore, un tenero bacio delicatamente toccato il mio orecchio con una stringa di riga di parole: grazie cara, il sole splendeva di nuovo toccato il mio giorno "
Tampilkan postingan dengan label Renny Rumhil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renny Rumhil. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 April 2018
perempuan berparas senja meramu senja bertahta memukau warna menetak jejak meremang tersayat tujuh kepingan mantra meniti darah mengalir sepanjang pertapaan usang bermantra pengharapan semesta meramu kedua puncak tertetak satu lantunan memuja desah angin malam berselimut tungkai bersilang menggapai sebilah belati dini hari menitis embun bersatu lengkungan kedua matahari nan tergadai cahaya menggenapkan menikam detak nadi membiting kisah diatas kertas putih kian memutihkan
penatmu membiting fajar
perempuan berparas senja meniti Langit melukis awan menggaris catatan semesta laksana penantian panjang memburai mimpi pertapaan satu simponi bergemericing samar samar menghampar dermaga menuai gemilang sauh penantian bermakna secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah kata tersulam lingkaran menggada berdengung sukma penatmu membiting fajar merajut senja perlahan melangkah menuai bayangan menguning altar diujung mantra deburan ombak merayu gelombang kian berpasang sentuhan aksara bermahligai huruf membahana asa mendesau angin menggenapi peraduan malam membentang secarik kertas bertatah mata tertetak cawan menatah
Langganan:
Postingan (Atom)