Sabtu, 17 Juli 2010

1 komentar:

  1. kutanyakan kepada angin mengapa kau membawa berita sekedar untuk kembali menghempas bibir pantai yang setia dalam penantian panjang, apakah masih ada hikayat menyatukan langit dan bumi, membuka sayap demi sayap berselancar dihatimu dengan mengepak tak beraturan, apakah aku masih berhak mengejar senja bersama dengan menikam kelam pualam, kita pernah menyatu pada puncak gunung memeluk tebing mengalunkan salam cinta penuh kehangatan, aku tertegun menikmati perlahan gemericik mengalun diatas alas bermandi mega, bermakna warna memuja mata cinta, menata rindu tiada usang, aku mematung dalam deburan beku, sebuah penantian menitis buih kalbu,

    acchh ...
    sebuah penantian .....

    BalasHapus